cerita sangkuriang cerita rakyat

Cerita Sangkuriang dan Legenda Gunung Tangkuban Perahu

Cerita Sangkuriang adalah legenda yang berasal dari Jawa Barat.

Legenda ini mengisahkan seorang anak bernama Sangkuriang yang ingin menikahi ibunya sendiri, namun untuk mewujudkan keinginan tersebut ia harus memenuhi segala persyaratan sulit yang mustahil dilaksanakan.

Apa saja persyaratan yang harus Sangkuriang penuhi?

Bagaimana akhir kisah cinta terlarang ini?

Untuk mengetahui kisah lengkap tentang cerita rakyat satu ini, Wisatawan.id akan membahas Cerita Sangkuriang dan Legenda Gunung Tangkuban Perahu.

——————–
Jangan lupa untuk Like
Facebook Page Wisatawan.id
——————–

Cerita Sangkuriang – Cerita Rakyat Jawa Barat

Pada jaman dahulu kala di dataran Jawa Barat, hiduplah seorang putri raja yang memiliki paras yang cantik jelita yakni bernama Dayang Sumbi.

Dayang Sumbi ini merupakan anak dari seorang dewa dan memiliki Tumang.

Suatu ketika Dayang Sumbi menjatuhkan peralatan tenun dan berujar jika ada seseorang yang mengambilnya, maka akan diangkat menjadi suami.

Namun ternyata Tumang lah yang mengambilnya dan oleh sebab itu, diangkatlah Tumang menjadi suami Dayang Sumbi.

Setelah itu, lahirlah anak laki-laki yang bernama Sangkuriang.

Suatu saat anak laki-laki tersebut pergi ke hutan bersama Tumang.

Ketika di hutan, Tumang disuruh oleh si anak tersebut untuk mengejar kijang.

Akan tetapi, Tumang tidak berhasil sehingga dibunuhlah Tumang tersebut dan hatinya diberikan oleh sang ibu untuk dimasak.

Ketika mengetahui bahwa daging yang dimasak adalah merupakan daging dari Tumang, marahlah Dayang Sumbi dan memukul kepala anaknya hingga terluka.

Karena sakit hati, anak laki-laki tersebut akhirnya kabur dan meninggalkan rumah.

Dayang Sumbi pun menyesal dan memohon ampun kepada dewa sehingga diberi kecantikan dan awet muda.

Suatu saat ketika telah dewasa, cerita Sangkuriang pun berlanjut dengan anak lelaki mengembara ke penjuru desa dan tanpa sadar telah kembali ke tanah asalnya.

Anak lelaki itupun akhirnya menyukai Dayang Sumbi yang notabene ibunya sendiri.

Setelah mereka berdua akan melangsungkan pernikahan, barulah Dayang Sumbi tahu bahwa lelaki tersebut adalah anak kandungnya sendiri.

Seketika Dayang Sumbi pun berencana untuk menggagalkan rencana pernikahan tersebut dengan meminta membendung sungat Citarum dan perahu besar di dalamnya.

BACA JUGA:  Cerita Jaka Tarub dan 7 Bidadari

Anak lelaki tersebut pun menyanggupi keinginan Dayang Sumbi.

Dengan meminta bantuan dari jin tersebut, maka Dayang Sumbi pun juga tak kehabisan akal dan mencegah anak kandungnya tersebut untuk menikahinya.

Akhirnya sayang sumbi membangunkan ayam berkokok dan mmembuat seolah-olah menjadi pagi.

Akhirnya si anak lelaki tersebut pun menjadi marah serta menghancurkan dan menjebol bendungan yang telah dibuatnya sehingga menimbulkan kebanjiran.

Selain itu, perahu yang telah dibuatnya tersebut akhirnya ditendang dan akhirnya menjadi sebuah gunung Tangkuban Perahu yang berada di Lembang, Bandung yang selama ini telah kita kenal.

Pesan Moral Yang Bisa Dipetik Oleh Kisah Ini

Cerita satu ini sarat akan banyak pesan moral yang bisa anda petik.

Untuk pesan yang pertama adalah sebagai ornag tua, janganlah melakukan kekerasan terhadap anak, apalagi hingga melukai dan membuat anak tersebut menjadi kabur dari rumah.

Selain itu, ini mengisahkan tentang kecurangan yang dilakukan saat membangun bendungan dan kapal tersebut.

Disini, anak lelaki tersebut tidak mengerjakan permintaan tersebut sendiri melainkan dengan bantuan jin.

Untuk itu, setelah anda membaca kisah ini maka anda pun nantinya tentu saja dapat menceritakannya kepada anak anda.

Dengan pesan moral yang berupa tidak boleh melakukan tindakan kekerasan dan berlaku curang, tentu saja akan bisa untuk menjadi sebuah bahan pembelajaran untuk anak anda kelak.

Leave a Comment